Jumat, 28 Oktober 2011

kenapa objek wisata di parapat sepi

Dulu sewaktu kecil parapat merupakan objek wisata yang ramai. Tepi pantai danau toba yang di kelilingi pegunungan membuat paronama yang indah dan sejuk. Kenapa sepi? Di bawah ini ada beberapa alasan kuat menurut versi dan pengalaman pribadi saya.

1. Harga yang kelewat mahal
ramainya pengunjung memberi berkah buat para warga sendiri. Maka berduyun2 orang membuka usaha sendiri. Celakanya membanting harga untuk mendapatkn untung banyak. Akhirnya pengunjung kapok dan membeli sesuatu dari luar sebelum berkunjung.

2. Sifat warga sekitar yang kurang bersahabat.
wisata merupakan acara santai untuk refreshing. Sungguh menyebalkn jika berkunjung, orang sekitar suka memanfaatkn dan menipu. Bukan berusaha membeli yang terbaik.

3. Kreatifitas dan pengembangan yang kurang.
pemerintah dan pengusaha yang kurang kreatif menarik minat wisatawan. Membuka wahana baru atau merawat dan mengembangkan yang lama.

4. Transportasi yang semakin berkembang.
dahulu orang yg brangkt kemedan harus singgah diparapat sekedar untuk makan dan minum. Skrg dengan teknologi yang semakin cepat membuat keadaan orang lebih memilih singgah di siantar atau tebing tinggi, selain harganya yang lebih murah tentunya.

Sumber www.tobatabo.com
Published with Blogger-droid v1.6.9

Kamis, 14 Juli 2011

Korupsi memberengus Balige

Jakarta - Ck,ck,ck bibirku hanya berdecak saat mendengar besarnya uang sogokan hanya untuk mendapatkan 1 kursi dikantor pemerintahan saat ini. Mengapa tidak, hanya untuk masuk sebagai Bintara Polisi saja harus membayar 120jt dari lulusan SMA atau sederajatnya. Dang hinata, sulitnya mencari pekerjaan yang menjamin kehidupan kita dimasa depan menjadi faktor pendorong orang rela merogoh kocek bahkan membongkar brangkas untuk mampu masuk menjadi Pegawai Negeri.

Sudah menjadi rahasia publik, masa penerimaan CPNS menjadi masa panen bagi pejabat-pejabat korup diberbagai instansi pemerintah. Dari setingkat kades/lurah sampai pejabat Eselon. Bahkan saat aku pulang kampung sang orang tua sudah blak-blakan mengatakan bahwa harta benda terkuras hanya untuk memasukkan anak-anak beliau menjadi korps berserangam coklat. Paling aneh, ini sudah semacam gaya........

Laguboti Sang Kota Wild West Town

Senang rasanya klo pulang ke laguboti, kampung halamanku. Sebenarnya mulai aku lahir hingga dewasa tidak sepenuhnya tinggal di kota ini. Aku lahir di Medan, somewhere near polonia airport. Kemudian setelah orangtuaku bekerja sebagai guru SMA, kemudian kami pindah ke Balige, klo ga salah di Onan Raja, kompleks SD HKBP1 di jalan somba debata. Tak lama disana, seperti manusia nomaden kami pindah lagi ke Siahaan Balige. tidak jauh dari pom bensin pertamina siahaan balige. Maklumlah saat itu orangtuaku masih muda dan baru bekerja. Akhirnya kami jadi kontraktor atau tukang ngontrak rumah, disiahaan balige kami juga masih sempat pindah beberapa kali.

Sampai saat aku kelas 2 SD, akhirnya kami menetap dan punya rumah sendiri di daerah lumban bagasan simaremarejae hutajulu laguboti. Hingga saat ini kami masih tinggal disini. Laguboti sebuah kota kecil dengan "Onan" (Pasar tradisional) sebagai pusat kotanya. Sebuah Kecamatan yang disimple, umumnya seperti kota lain di daerah toba penghasilan utama para warga disini adalah bertani, nelayan, pedagang, dan karyawan......

Pangarit Arsam sian Bakkara (Bag I Bakkara Sibolga - 1)


"Cerita ini hanya fiksi belaka, jika ada kesamaan nama, tokoh atapun jalan cerita hanya karena kebetulan belaka"

"Oiii...Arsam, lama sekali kau! Ayo cepat,  kita harus tiba di Sipoholon sebelum matahari terbenam, dan jangan lupa bawa bambu tempat tuak itu" teriak seorang laki-laki separuh baya  bertelanjang dada dari atas seekor kuda. "Togar, coba temui Arsam, jangan sampai tuak itu tertinggal olehnya. Itu hadiah terbaikku buat Tuan Raso Padan" pinta laki-laki itu kembali kepada Patogar. Dengan cekatan remaja tanggung itu melompat dari kuda dan berlari menaiki tangga rumah Sopo itu. Sambil berlari dia berteriak "Arsam jangan sampai lupa engkau membawa bumbung tuak itu". Samar-samar terdengar balasan dari dalam rumah "Abang togar, tolong bantu aku, terlalu banyak bawaan ini, tidak cukup badanku yang kecil ini membawa semuanya" ujar seorang anak kecil berumur 10 tahun, kepada Patogar. Tubuh anak itu terlalu kecil dibandingkan bawaannya. Seolah-olah badannya hanyut akibat buntelan dan bumbung bambu yang di bopongnya. Penampilannya yang lucu dengan rambut coklat kusam , mata hitam dan jernih serta badannya yang tirus membuat pemandangan saat itu ibarat seekor anjing kampung yang mengendong anak-anaknya dipunggungnya. Tapi hal yang paling mencolok dari anak itu adalah warna kulitnya yang merah terbakar matahari, menunjukkan dia anak cekatan dan lincah serta cerdik dan periang.

KLIK DISINI UNTUK MEMBACA CERITA SELENGKAPNYA

Selasa, 12 Juli 2011

Ihan, ikan batak yang semakin punah? belum tentu


Waw, aku cukup terkejut mendengar ucapan temanku, saat kami ngobrol mengenai budidaya ikan Ihan. Saat itu aq memberi saran buat dia untuk meneliti pembudidayaan ikan ihan sebagai tugas akhirnya. Kebetulan temanku ini mahasiswa tingkat akhir politeknik IPB jurusan perikanan. Dan kebetulan aq bertemu dia saat main futsal bareng alumni SMU BTB di bogor. Hal yang membuat aku terperangah adalah statementnya yang mengatakan bahwa ihan sudah berhasil di budidayakan di laboratorium perikanan IPB. Wahh..pikirku, berarti statement dan bayangan saya bahwa ihan akan punah terbukti NOL BESAR. Dan moga-moga apa yang dikatakannya adalah benar dan berhasil.

Saya jadi flashback kembali masa-masa SMA. Seingatku kelas tiga semester akhir ada perlombaan karya tulis pelajar SMA, dan pemenangnya salah anak SMUN 2 Balige, if i not wrong! Dan title karya tulis yang dibawakan adalah Membudidayakan Ikan Ihan. Kala itu saya sangat salut dengan dia, anak seumuran saya sudah punya ide, gagasan dan bayangan untuk membudidayakan ikan ihan. Kenapa Ihan begitu menjadi trending topic bagi warga batak? ya tentu saya tidak lepas dari adat istiadat batak. Kelangkaan ihan berdampak besar terhadap pergeseran tatalaksana adat istiadat dan ritual di kalangan masyarakat batak pada umumnya.

BACA ARTIKEL SELENGKAPNYA DISINI!!